Hari: 19 Februari 2022

4 Fakta Unik Jorginho Kapten Chelsea4 Fakta Unik Jorginho Kapten Chelsea

Jendral lapangan tengah chelsea yaitu Jorginho telah resmi terpilih sebagai Pemain Terbaik Eropa untuk edisi 2020/2021 versi UEFA. Tak ada yang menyangka bahwa playmaker Timnas Italia itu bisa meraih gelar individual yang paling ditunggu-tunggu di seluruh dunia.

Jorginho menjadi nominasi dan pemenang pada pemberian award tersebut mengalahkan rekan setimnya yaitu kante setimnya di Chelsea, N’Golo Kante dan gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne.Jorginho meraih 175 poin atau unggul tipis dari Kevin De Bruyne yang meraih 167 poin sedangkan De Bruyne 162 poin.

1.Menjadi Eksekutor Penalty Chelsea

Jorginho berhasil melesatkan dua tembakakn judi bola penalty yang berujung pada kemenangan yang di raih atas Aston Villa pada pekan ke-19. 2 gol penalti dicetaknya pada menit ke-34 dan ke-90+3. Dengan hal tersebut, Jorginho berhasil mencetak 10 gol penalti tahun 2020

Hal tersebut membuatnya menjadi pencetak gol teranyak melalui titik putih tersebut.satu tahun kalender sepanjang sejarah Premier League. Hal tersebut pastinya menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemain asal Italia itu.

2. Bukan Bernama Jorginho

Nama ‘Jorginho’ bukanlah nama yang tertera di kartu nama jorginho itu 5 di Chelsea tersebut. Adapun nama aslinya adalah Jorge Luiz Frello.Imbuhan ‘inho’ pada nama depannya merujuk pada bahasa Brasil yang digunakan untuk anak laki-laki seperti Ronaldinho yang Fernandez Gueze Prila.

3. Masuk Akademi Di Madrid Pada usia 15 Tahun

Umumnya, pemain muda di yang saat itu di usia 6 tahun. Namun Jorginho bisa masuk akademi di usia 4 tahun.
Sejatinya, saat hendak masuk akademi sepak bola, Jorginho ditolak karena memiliki tubuh yang terlalu kecil saat itu.karena usianya yang sangat muda. Namun setelah melihat bakatnya, sang pelatih pun lantas mengizinkannya.

4. Keliling Dunia Di Usia 13 Tahun

Di usia yang belum genap menginjak 15 tahun dirinya sudah berpetualang ke berbagai belahan dunia termasuk indonesia. sejak 200 km dari rumahnya.Hal ini dilakukannya untuk mewujudkan mimpinya menjadi pesepak bola kelas dunia di mana ia rela makan tiga kali sehari dengan menu yang sama dan jauh dari keluarganya dan saat ini ia telah berkumpul bersama keluarga dan sudah mempunyai seorang istri dan seorang anak